“Belajar Zakat Nggak Harus di Kelas: Mahasiswa UIN Malang Ngulik Langsung ke LAZISKHU!”
[BERITA]
Malang, 10 April 2026 — Alhamdulillah, LAZISKHU
menerima kunjungan akademik dari mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana
Malik Ibrahim Malang Program Studi Hukum Keluarga Islam. Sebanyak 8 mahasiswa
yang tergabung dalam satu kelompok, dipimpin oleh Nurhadi Hafis Siregar,
melakukan diskusi terkait tata kelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS),
khususnya pengelolaan zakat produktif di LAZISKHU.
Dalam sesi tersebut, Direktur LAZISKHU, Imam Pratama
Wicaksana, S. Sos memberikan pemaparan komprehensif yang diawali dengan
pengenalan tentang Lembaga Amil Zakat serta peran dan fungsi LAZISKHU dalam
mengelola dana umat. Beliau kemudian menjelaskan alur pengelolaan ZIS, mulai
dari proses penghimpunan hingga penyaluran kepada para penerima manfaat.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa penyaluran zakat wajib
mengacu pada delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana tercantum dalam Surah
At-Taubah ayat 60. Dalam praktiknya, LAZISKHU juga menerapkan proses asesmen
yang terstruktur dalam pendataan mustahik, guna memastikan bahwa bantuan yang
disalurkan tepat sasaran dan mampu memberikan dampak yang berkelanjutan.
Menjawab pertanyaan mahasiswa terkait zakat produktif,
LAZISKHU memaparkan sejumlah program unggulan seperti pemberdayaan UMKM, Griya
Ternak Domba, serta budidaya lele bioflok berbasis santri. Program-program ini
menjadi bagian dari upaya pengembangan ekosistem pemberdayaan, dengan tujuan
mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki.
Tidak hanya itu, LAZISKHU juga memberikan edukasi kepada
mahasiswa mengenai peran strategis amil. Bahwa tugas amil tidak sebatas
menghimpun dana sosial seperti zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga mencakup
proses pendampingan, monitoring, serta pembinaan mustahik secara berkelanjutan.
Hal ini menjadi penting agar para penerima manfaat dapat berkembang, mandiri,
dan meningkat taraf kehidupannya. Dengan demikian, tujuan utama amil sebagai
pelayan umat dapat terwujud, yakni mengantarkan mustahik berproses hingga mampu
menjadi muzaki.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan praktis
kepada mahasiswa mengenai implementasi pengelolaan zakat secara profesional,
transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat.