Dari Cilok Keliling, Tumbuh Usaha yang Semakin Berdaya
[BERITA]
Malang, 26 Agustus 2026 — Pak Rianto merupakan
salah satu penerima manfaat Program Pemberdayaan Ekonomi LAZISKHU yang telah
menjadi binaan sejak tahun 2024. Sehari-hari, beliau menjalankan usaha UMKM
cilok jadul dan berbagai makanan ringan seperti makaroni serta mi pedas yang
dijajakan secara keliling di wilayah Pandean, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Sebelum mendapatkan pendampingan, omzet usaha Pak Rianto
rata-rata berada di kisaran Rp30.000–Rp60.000 per hari. Melihat
potensi usaha yang dimiliki, LAZISKHU hadir memberikan dukungan berupa bantuan
modal usaha, renovasi gerobak jualan, kompor, serta gas LPG 3 kg
.
Nb. Foto diambil tahun 2024 saat penyaluran modal usaha
pertama
Alhamdulillah, dukungan tersebut membuat usaha Pak Rianto
semakin berkembang. Kini, beliau dapat menambah variasi dagangan dengan menjual
aneka gorengan dan lumpia. Omzet hariannya pun meningkat menjadi sekitar Rp100.000–Rp150.000
per hari.
Namun, LAZISKHU hadir bukan hanya memberikan modal usaha
saja, namun juga pendampingan, monitoring, dan motivasi terus diberikan
agar penerima manfaat mampu mengembangkan usahanya, meningkatkan kemandirian
ekonomi, dan terdorong untuk naik kelas dari mustahik menjadi muzakki.
Nb. Foto Putra Pak Rianto di sebelah kanan
Tak hanya mendukung usaha, LAZISKHU juga memberikan beasiswa pendidikan bagi anak Pak Rianto yang saat ini sedang menempuh pendidikan di jenjang TK. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya LAZISKHU untuk membantu keluarga penerima manfaat agar semakin berdaya, baik secara ekonomi maupun pendidikan.
LAZISKHU juga membuka peluang pemasaran bagi produk Pak
Rianto melalui berbagai kegiatan dan event. Salah satunya saat Kajian
Keluarga Besar Khoiru Ummah (KKB), di mana Pak Rianto turut diberikan
kesempatan untuk berjualan dalam bazar. Alhamdulillah, dari satu event ke event
lainnya, penghasilan yang diperoleh terus mengalami peningkatan.
Nb. Dokumentasi saat berjualan di kegiatan Khoiru Ummah
Yang lebih membahagiakan, hasil keuntungan dari berjualan di berbagai event tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Pak Rianto mampu menyisihkan keuntungan tersebut sebagai modal untuk membuat gerobak kedua yang digunakan istrinya berjualan.
Dari sebuah gerobak sederhana, kini tumbuh dua ikhtiar usaha
dalam satu keluarga. Inilah semangat pemberdayaan: bukan sekadar
memberi bantuan, tetapi menghadirkan pendampingan dan peluang agar mustahik
mampu tumbuh, mandiri, dan semakin berdaya.
LAZISKHU — Proteksi Mustahik. Ekonomi Berdaya.