laziskhu Sedang Memuat...
2026-06-25

Laziskhu Bersama FOZ Malang Raya, Kemenag, dan BAZNAS Kota Malang Bahagiakan 650 Yatim dan Difabel pada Lebaran Yatim 1448 H.

[BERITA]
Kembali ke Halaman Berita
gambar untuk Laziskhu Bersama FOZ Malang Raya, Kemenag, dan BAZNAS Kota Malang Bahagiakan 650 Yatim dan Difabel pada Lebaran Yatim 1448 H.

Malang – Lazis Khoiru Ummah (Laziskhu) bersama Forum Zakat (FOZ) Malang Raya, Kementerian Agama Kota Malang, dan BAZNAS Kota Malang menggelar kegiatan Lebaran Yatim dan Difabel 1448 H yang berlangsung di Aula MAN 2 Kota Malang. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi berbagai lembaga dalam menghadirkan kebahagiaan dan kepedulian bagi anak-anak yatim dan penyandang difabel di Kota Malang.

Sebanyak kurang lebih 650 anak yatim dan difabel hadir mengikuti rangkaian acara yang berlangsung penuh kehangatan dan keceriaan. Momentum bulan Muharram yang dikenal sebagai bulan untuk memuliakan anak yatim dimanfaatkan sebagai sarana mempererat ukhuwah, menumbuhkan kepedulian sosial, serta menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari masyarakat.

Acara ini turut dihadiri oleh Wali Kota Malang, Dr. Ir. H. Wahyu Hidayat, M.M., yang memberikan apresiasi atas kolaborasi dan sinergi yang terjalin antara lembaga zakat, pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat dalam menyelenggarakan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi umat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Malang menyampaikan bahwa kepedulian terhadap anak yatim dan penyandang difabel merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan lembaga filantropi perlu terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Selain menghadirkan santunan dan berbagai kegiatan hiburan edukatif, Lebaran Yatim dan Difabel 1448 H juga diramaikan oleh kehadiran sejumlah UMKM binaan lembaga zakat yang tergabung dalam Forum Zakat Malang Raya. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui promosi produk-produk unggulan hasil binaan lembaga zakat.

Salah satu UMKM yang turut berpartisipasi adalah Cilok Jadul Pak Rianto, UMKM binaan Lazis Khoiru Ummah yang selama ini mendapatkan pendampingan dalam pengembangan usaha. Kehadiran UMKM binaan tersebut menjadi bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan sosial, tetapi juga dimanfaatkan untuk program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Laziskhu berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap anak yatim serta penyandang difabel dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Sinergi yang terjalin antara FOZ Malang Raya, Kementerian Agama Kota Malang, BAZNAS Kota Malang, pemerintah daerah, para donatur, dan masyarakat diharapkan mampu menghadirkan lebih banyak manfaat serta keberkahan bagi umat.

Lebaran Yatim dan Difabel 1448 H menjadi bukti bahwa kolaborasi dan kepedulian yang terbangun dapat menghadirkan senyum kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam mewujudkan masyarakat yang lebih peduli, berdaya, dan sejahtera.

 

← Sebelumnya

Kenapa 10 Muharram Disebut Lebaran Anak Yatim? Ini Sejarah dan Maknanya