Laziskhu Bersama FOZ Malang Raya, Kemenag, dan BAZNAS Kota Malang Bahagiakan 650 Yatim dan Difabel pada Lebaran Yatim 1448 H.
[BERITA]
Malang – Lazis Khoiru Ummah (Laziskhu) bersama Forum
Zakat (FOZ) Malang Raya, Kementerian Agama Kota Malang, dan BAZNAS Kota Malang
menggelar kegiatan Lebaran Yatim dan Difabel 1448 H yang berlangsung di
Aula MAN 2 Kota Malang. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi berbagai lembaga
dalam menghadirkan kebahagiaan dan kepedulian bagi anak-anak yatim dan
penyandang difabel di Kota Malang.
Sebanyak kurang lebih 650 anak yatim dan difabel
hadir mengikuti rangkaian acara yang berlangsung penuh kehangatan dan
keceriaan. Momentum bulan Muharram yang dikenal sebagai bulan untuk memuliakan
anak yatim dimanfaatkan sebagai sarana mempererat ukhuwah, menumbuhkan
kepedulian sosial, serta menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan
perhatian dan kasih sayang dari masyarakat.
Acara ini turut dihadiri oleh Wali Kota Malang, Dr. Ir.
H. Wahyu Hidayat, M.M., yang memberikan apresiasi atas kolaborasi dan
sinergi yang terjalin antara lembaga zakat, pemerintah, dunia usaha, serta
masyarakat dalam menyelenggarakan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi umat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Malang menyampaikan bahwa
kepedulian terhadap anak yatim dan penyandang difabel merupakan tanggung jawab
bersama. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan lembaga filantropi
perlu terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh
masyarakat.
Selain menghadirkan santunan dan berbagai kegiatan hiburan
edukatif, Lebaran Yatim dan Difabel 1448 H juga diramaikan oleh kehadiran
sejumlah UMKM binaan lembaga zakat yang tergabung dalam Forum Zakat
Malang Raya. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang pemberdayaan ekonomi
masyarakat melalui promosi produk-produk unggulan hasil binaan lembaga zakat.
Salah satu UMKM yang turut berpartisipasi adalah Cilok
Jadul Pak Rianto, UMKM binaan Lazis Khoiru Ummah yang selama ini
mendapatkan pendampingan dalam pengembangan usaha. Kehadiran UMKM binaan
tersebut menjadi bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya
disalurkan dalam bentuk bantuan sosial, tetapi juga dimanfaatkan untuk program
pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Laziskhu berharap semangat berbagi dan
kepedulian terhadap anak yatim serta penyandang difabel dapat terus tumbuh di
tengah masyarakat. Sinergi yang terjalin antara FOZ Malang Raya, Kementerian
Agama Kota Malang, BAZNAS Kota Malang, pemerintah daerah, para donatur, dan
masyarakat diharapkan mampu menghadirkan lebih banyak manfaat serta keberkahan
bagi umat.
Lebaran Yatim dan Difabel 1448 H menjadi bukti bahwa
kolaborasi dan kepedulian yang terbangun dapat menghadirkan senyum kebahagiaan
bagi mereka yang membutuhkan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam
mewujudkan masyarakat yang lebih peduli, berdaya, dan sejahtera.