laziskhu Sedang Memuat...
2026-06-24

Puasa Tasu’a & Asyura: Amalan Penghapus Dosa Setahun

[BERITA]
Kembali ke Halaman Berita
gambar untuk Puasa Tasu’a & Asyura: Amalan Penghapus Dosa Setahun

Memasuki bulan Muharram 1448 Hijriah, umat Islam di seluruh penjuru dunia kembali diingatkan pada salah satu ibadah sunnah paling berbobot dalam setahun: Puasa Tasu’a (9 Muharram) dan Puasa Asyura (10 Muharram). Dua hari yang tampak biasa di kalender, namun tersimpan di dalamnya rahmat, pengampunan, dan sejarah yang sarat makna.


Latar Sejarah

Hari yang Dimuliakan Sejak Zaman Para Nabi

Hari Asyura bukan sekadar tanggal dalam kalender Islam. Jauh sebelum Nabi Muhammad SAW diutus, kaum Yahudi di Madinah telah berpuasa pada 10 Muharram sebagai bentuk syukur atas diselamatkannya Nabi Musa AS beserta Bani Israil dari kejaran Fir’aun di Laut Merah.

Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah dan mendapati tradisi tersebut, beliau bersabda, “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.” Lalu beliau pun berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk ikut berpuasa. Namun, Rasulullah tidak ingin umat Islam sekadar mengikuti tradisi kaum lain — beliau menginginkan identitas tersendiri.

Al-Qur’an
إِن۳ّ عِد۳ّةَ الشُّهُورِ عِندَ الل۳ّهِ اَչنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ الل۳ّهِ مِنْهَا أَرْبَعٌ حُرُمْ
Inna 'iddata asy-syuhuri 'indallahi itsna 'asyara syahran fi kitabillahi yawma khalaqa as-samawati wal-ardha minha arba'atun hurum
“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram (yang dimuliakan).”
QS. At-Taubah: 36

Para ulama menegaskan bahwa Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram yang dimaksud dalam ayat tersebut — bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Di dalam bulan yang dimuliakan Allah ini, segala amal kebaikan memiliki bobot yang berlipat.

Jadwal 2026

Jadwal Puasa Tasu’a & Asyura 1448 H

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang ditetapkan Kementerian Agama RI, berikut jadwal pelaksanaannya:

🌙
Puasa Tasu’a
Rabu, 24 Juni 2026
9 Muharram 1448 H
Puasa Asyura
Kamis, 25 Juni 2026
10 Muharram 1448 H
📌
Catatan
Mengacu hasil rukyat Lajnah Falakiyah PBNU: Tasu’a 25 Juni, Asyura 26 Juni 2026
Pengertian

Apa Itu Puasa Tasu’a dan Asyura?

9 Muharram
Puasa Tasu’a

Tasu’a berasal dari kata Arab yang berarti “kesembilan.” Puasa ini dilaksanakan sehari sebelum Asyura, dan menjadi pembeda antara ibadah umat Islam dengan tradisi puasa kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari ke-10.

Hadis
صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ، صُومُوا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ
Shuumu yawma 'Asyura'a wa khalifuu al-Yahuuda, shuumu yawman qablahu aw yawman ba'dahu
“Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakanlah dengan kaum Yahudi — puasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.”
HR. Ahmad — dari Ibnu Abbas RA

Rasulullah SAW bahkan pernah menyatakan keinginan beliau: “Jika aku masih hidup hingga tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan (Muharram).” (HR. Muslim). Sayangnya, sebelum Muharram tahun berikutnya tiba, beliau telah kembali ke hadirat Allah SWT. Maka puasa Tasu’a menjadi warisan niat mulia yang kita teruskan.

10 Muharram
Puasa Asyura

Asyura artinya “kesepuluh.” Inilah puasa utama yang paling dikenal — ibadah dengan keutamaan pengampunan dosa yang disebutkan langsung oleh Rasulullah SAW dalam hadis shahih.

Hadis
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَضِيَ الل۳ّهُ عَنْهُ أَن۳ّ رَسُولَ الل۳ّهِ سُئِلَ عَنْ صِيَامِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَف۳ّرُ الس۳ّنَةَ الْمَاضِيَةَ
Su'ila 'an shawmi yawmi 'Asyura', fa qala: yukaffiru as-sanata al-madhiyah
“Rasulullah SAW pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: ‘Puasa Asyura melebur dosa-dosa setahun yang telah berlalu.’”
HR. Muslim — dari Abu Qatadah RA

Yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar tetap membutuhkan tobat yang sungguh-sungguh kepada Allah SWT. Meski demikian, ini merupakan karunia yang sangat besar — satu hari puasa menjadi penebus atas kelalaian selama setahun penuh.

Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa bulan Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.

HR. Muslim — dari Abu Hurairah RA
Keutamaan

6 Keutamaan Puasa Tasu’a & Asyura

Dari berbagai sumber hadis dan penjelasan ulama, berikut keutamaan utama yang menjadikan dua puasa ini sangat istimewa:

1
Menghapus Dosa Setahun yang Telah Berlalu
Keutamaan terbesar Puasa Asyura — Allah SWT mengampuni dosa-dosa kecil seorang hamba selama setahun penuh yang telah lewat, sebagaimana disebutkan dalam HR. Muslim.
2
Ibadah di Bulan Paling Mulia Setelah Ramadhan
Muharram adalah Syahrullah — bulannya Allah — sehingga setiap ibadah di dalamnya memiliki bobot pahala yang jauh lebih tinggi dari bulan-bulan biasa.
3
Menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW
Puasa Asyura adalah amalan yang sangat dijaga oleh Rasulullah SAW, bahkan sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan. Menjalankannya berarti meneruskan sunnah beliau yang mulia.
4
Memiliki Identitas yang Khas sebagai Muslim
Puasa Tasu’a menjadi pembeda antara umat Islam dengan tradisi puasa kaum lain. Ini mengajarkan pentingnya identitas dan karakter tersendiri bagi seorang Muslim.
5
Momentum Syukur Atas Pertolongan Allah
Hari Asyura adalah hari Allah menyelamatkan Nabi Musa AS dari kejaran Fir’aun. Berpuasa pada hari ini adalah wujud syukur bahwa Allah selalu menolong kebenaran atas kebatilan.
6
Pahala Berlipat di Hari yang Mulia
Dalam beberapa riwayat, disebutkan pahala bagi mereka yang berpuasa Asyura setara dengan pahala ribuan ibadah — termasuk haji, umrah, dan derajat para syuhada.
Bacaan Niat

Niat Puasa Tasu’a & Asyura

Niat dapat dilafalkan sejak malam hari hingga sebelum masuk waktu zawal, dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak waktu Subuh.

Tasu’a
Niat Puasa 9 Muharram
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ سُن۳ّةً لِل۳ّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Tasu'a-a sunnatan lillahi ta'ala.
"Saya niat berpuasa Tasu’a sunnah karena Allah Ta’ala."
Asyura
Niat Puasa 10 Muharram
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ عَاشُورَاءَ سُن۳ّةً لِل۳ّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yawmi 'Asyura-a sunnatan lillahi ta'ala.
"Saya niat berpuasa Asyura sunnah karena Allah Ta’ala."
Penutup

Meraih Berkah Muharram, Lebih dari Sekadar Berpuasa

Puasa Tasu’a dan Asyura bukan sekadar menahan lapar dan dahaga selama sehari. Ia adalah cermin dari jiwa seorang Muslim yang selalu rindu bertaubat, merindukan ampunan Allah, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang baru ini.

Di sisi lain, semangat berbagi di bulan Muharram juga menjadi bagian tak terpisahkan dari spirit hari-hari ini. Sebagaimana Allah menyelamatkan Musa AS dan mengangkat derajat orang-orang yang tertindas, semangat yang sama seharusnya mendorong kita untuk turut meringankan beban saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan.

Hadis
مَنْ نَف۳ّسَ عَنْ مُؤْمِنۓ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الد۳ّنْيَا نَف۳ّسَ الل۳ّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Man naffasa 'an mu'minin kurbatan min kurabi ad-dunya, naffasallahu 'anhu kurbatan min kurabi yawmi al-qiyamah
“Barang siapa melepaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskan satu kesusahannya dari kesusahan-kesusahan hari kiamat.”
HR. Muslim — dari Abu Hurairah RA

Semoga Allah SWT menerima setiap amal ibadah kita di bulan Muharram yang penuh keberkahan ini. Selamat menunaikan Puasa Tasu’a dan Asyura — semoga menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa dan dibukanya lembaran baru yang lebih bersih. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

← Sebelumnya

Laziskhu Beserta Rombongan Lakukan Studi Banding ke IIBS Thursina Malang

Selanjutnya →

Kenapa 10 Muharram Disebut Lebaran Anak Yatim? Ini Sejarah dan Maknanya