Islam mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang tidak diukur dari jabatan, harta, atau popularitas — melainkan dari seberapa besar manfaat yang ia berikan kepada sesama.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menilai kesuksesan seseorang dari apa yang ia miliki. Namun Rasulullah ﷺ mengajarkan sebuah standar yang jauh lebih dalam dan lebih abadi: seberapa besar keberadaan kita membawa kebaikan bagi orang lain.
Hadits tentang Manusia Terbaik
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."
(HR. Ahmad, Ath-Thabrani, Ad-Daruquthni — dihasankan oleh Al-Albani)
Hadits ini menjadi salah satu prinsip dasar dalam Islam tentang bagaimana seharusnya seorang muslim menjalani hidupnya — bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk memberi arti bagi orang-orang di sekitarnya.
Bahkan dalam riwayat yang lain, Rasulullah ﷺ menegaskan siapa hamba yang paling dicintai Allah:
أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللهِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
"Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."
(HR. Ath-Thabrani, dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma)
Mengapa Kebermanfaatan Begitu Penting?
Islam adalah agama rahmatan lil 'alamin — rahmat bagi seluruh alam. Nilai ini tidak berhenti pada slogan, tetapi diterjemahkan menjadi perintah nyata untuk saling menolong, berbagi, dan meringankan beban sesama. Beberapa alasan mengapa menjadi bermanfaat begitu ditekankan:
- Cerminan keimanan. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa iman seseorang belum sempurna sebelum ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri (HR. Bukhari & Muslim).
- Investasi akhirat. Amal yang bermanfaat bagi orang lain, seperti sedekah jariyah dan ilmu yang diajarkan, akan terus mengalirkan pahala meski pelakunya telah tiada.
- Penguat ukhuwah. Kebermanfaatan mempererat hubungan sosial dan membangun masyarakat yang saling menjaga, sebagaimana perumpamaan Rasulullah ﷺ: "Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila salah satu anggotanya sakit, seluruh tubuh akan merasakannya" (HR. Bukhari & Muslim).
Allah ﷻ juga berfirman dalam Al-Qur'an, memerintahkan umat-Nya untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan:
"...Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran..."
(QS. Al-Ma'idah: 2)
"...Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."
(QS. Al-Baqarah: 195)
Bentuk-Bentuk Kebermanfaatan dalam Islam
Menjadi bermanfaat tidak selalu berarti memiliki harta melimpah. Islam memberi ruang yang luas bagi siapa saja untuk berkontribusi sesuai kemampuannya:
1. Bermanfaat dengan Harta
Zakat, infaq, dan sedekah adalah wujud nyata kepedulian terhadap sesama. Harta yang dikeluarkan di jalan Allah tidak pernah mengurangi rezeki, justru menjadi sebab keberkahan yang berlipat, sebagaimana firman Allah ﷻ:
"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki."
(QS. Al-Baqarah: 261)
Rasulullah ﷺ juga menegaskan bahwa harta yang disedekahkan tidak akan mengurangi kekayaan seseorang: "Sedekah tidak akan mengurangi harta." (HR. Muslim)
2. Bermanfaat dengan Ilmu
Mengajarkan ilmu yang bermanfaat, membimbing orang lain menuju kebaikan, atau sekadar berbagi nasihat yang menenangkan hati, adalah bentuk sedekah yang pahalanya terus mengalir. Rasulullah ﷺ bersabda:
"Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya."
(HR. Muslim)
3. Bermanfaat dengan Tenaga
Membantu tetangga yang kesulitan, menjadi relawan bencana, atau sekadar meringankan pekerjaan orang lain, adalah bentuk kebaikan sederhana yang sangat dicintai Allah. Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barangsiapa melapangkan satu kesusahan dunia seorang mukmin, Allah akan melapangkan satu kesusahannya di hari kiamat. Barangsiapa memudahkan urusan orang yang kesulitan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat."
(HR. Muslim)
4. Bermanfaat dengan Doa dan Perhatian
Tidak semua orang mampu memberi materi, tetapi setiap orang mampu mendoakan kebaikan bagi sesama dan hadir secara tulus saat dibutuhkan. Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidaklah seorang muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat berkata: 'Dan bagimu juga seperti itu.'"
(HR. Muslim)
Menjadi Pribadi yang Bermanfaat, Dimulai dari Diri Sendiri
Rasulullah ﷺ dan para sahabat adalah teladan nyata bagaimana hidup yang penuh manfaat mampu mengubah peradaban. Bahkan hal-hal kecil seperti menyingkirkan duri di jalan, tersenyum kepada saudara, atau berbagi makanan, tercatat sebagai amal yang dicintai Allah.
Kebermanfaatan bukan tentang seberapa besar yang kita berikan, tetapi seberapa tulus dan konsisten kita melakukannya.
Mari jadi bagian dari kebaikan yang terus mengalir.
Melalui zakat, infaq, dan sedekah yang disalurkan bersama LAZISKHU, setiap kontribusi Anda menjadi jariyah yang menghidupkan harapan dan meringankan beban sesama.