Sering Dibully Karena Yatim, Zahra Kini Membanggakan Sekolahnya
[BERITA]
Malang – Di balik senyum
cerianya, tersimpan kisah perjuangan seorang anak yatim yang penuh keteguhan.
Zahra Minda Safitri merupakan salah satu anak binaan Lazis Khoiru Ummah melalui
Program Beasiswa Lentera Umat yang berhasil membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah
penghalang untuk meraih prestasi.
Sejak ayahnya wafat pada tahun
2019 saat Zahra masih duduk di bangku TK B, ia harus tumbuh tanpa sosok kepala
keluarga yang mendampinginya. Kondisi tersebut tentu menjadi ujian yang tidak
mudah bagi Zahra dan keluarganya. Namun, berkat dukungan ibunya, lingkungan
yang baik, serta bantuan pendidikan dari Program Beasiswa Lentera Umat, Zahra
terus melangkah dengan semangat untuk meraih cita-citanya.
Atas amanah para donatur, Lazis
Khoiru Ummah dapat mendampingi perjalanan pendidikan Zahra sejak TK B hingga
menuntaskan pendidikan di jenjang Sekolah Dasar. Bantuan yang diberikan menjadi
salah satu ikhtiar untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak
menghalangi anak-anak yatim dan dhuafa dalam memperoleh pendidikan yang layak.
Perjalanan Zahra tidak selalu
berjalan mulus. Saat menempuh pendidikan di salah satu sekolah swasta, ia kerap
menerima perlakuan kurang menyenangkan dari sebagian teman-temannya. Tidak
jarang Zahra menjadi sasaran perundungan (bullying) karena tidak lagi memiliki
ayah. Situasi tersebut tentu menjadi tekanan tersendiri bagi seorang anak
seusianya.
Namun, Zahra memilih untuk tidak
larut dalam kesedihan. Ia menjadikan setiap ujian yang dihadapi sebagai
motivasi untuk terus berkembang. Dengan ketekunan belajar dan semangat yang
tinggi, Zahra mampu membuktikan kemampuannya melalui berbagai prestasi akademik
yang diraih dari tahun ke tahun. Hampir di setiap jenjang kelas, Zahra selalu
berhasil menempati peringkat 1 hingga 3 terbaik di kelasnya.
Kini, kerja keras dan
kegigihannya berbuah manis. Berkat sederet prestasi yang berhasil diraih, Zahra
mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari pihak sekolah. Prestasi tersebut
menjadi bukti bahwa keterbatasan yang dimiliki bukanlah alasan untuk menyerah,
melainkan dapat menjadi kekuatan untuk terus berjuang dan berprestasi.
Kisah Zahra menjadi salah satu
bukti nyata bahwa dukungan para donatur melalui Program Beasiswa Lentera Umat
telah memberikan harapan bagi anak-anak yatim untuk terus melanjutkan
pendidikan dan menggapai masa depan yang lebih baik.
Semoga langkah-langkah kecil yang
ditempuh hari ini menjadi jalan bagi lahirnya generasi yang tangguh,
berprestasi, dan bermanfaat bagi umat. Terima kasih kepada seluruh donatur yang
telah membersamai perjuangan anak-anak binaan Lazis Khoiru Ummah. Semoga Allah
membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda. Aamiin.