8500000
Ada satu hal yang sering menentukan masa depan seorang anak, bukan sekadar kecerdasannya, melainkan ada atau tidaknya seseorang yang percaya dan mau berinvestasi pada dirinya. Bagi anak yatim dan dhuafa, kepercayaan itu sering kali datang dalam bentuk paling sederhana: kesempatan untuk tetap bersekolah.
Dalam Islam, memuliakan anak yatim bukan anjuran biasa. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa kedudukan orang yang menanggung anak yatim kelak di surga akan sangat dekat dengan kedudukan beliau, sebagaimana dekatnya jari telunjuk dan jari tengah (HR. Bukhari). Menanggung di sini bukan hanya soal makan dan tempat tinggal, tetapi juga memastikan mereka tumbuh dengan ilmu dan masa depan yang layak.
57 Anak dalam Binaan, 21 Masih Menanti
Alhamdulillah, saat ini LAZISKHU membina 57 anak yatim, dhuafa, dan penghafal Al-Qur'an. Dari jumlah tersebut, sebagian telah memiliki Orang Tua Asuh yang menopang biaya pendidikan mereka secara rutin. Namun masih ada 21 anak yang hingga kini belum memiliki Orang Tua Asuh.
Dua puluh satu anak ini bukan sekadar angka. Di antara mereka ada yang bercita-cita menjadi hafizh Al-Qur'an, ada yang ingin melanjutkan sekolah tanpa harus memikirkan biaya, dan ada yang menaruh harapan besar pada pendidikan sebagai jalan keluar dari keterbatasan.
Mengapa Sedekah untuk Pendidikan?
Di antara banyak bentuk sedekah, menyekolahkan anak yatim dan dhuafa memiliki keistimewaan tersendiri. Sedekah berupa makanan akan habis dalam sehari, namun sedekah pendidikan terus tumbuh: ilmu yang dipelajari anak hari ini akan menjadi bekal seumur hidupnya, bahkan mungkin diwariskan kembali kepada orang lain.
"Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."— HR. Muslim
Allah Ta'ala juga menjanjikan pelipatgandaan pahala bagi harta yang dibelanjakan di jalan-Nya, sebagaimana perumpamaan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, dan setiap tangkai berisi seratus biji (QS. Al-Baqarah: 261). Maka sedekah untuk pendidikan seorang anak, insyaAllah, adalah benih yang akan terus tumbuh selama ilmunya bermanfaat.
Kenapa Melalui Beasiswa Lentera Umat?
LAZISKHU merancang program Beasiswa Lentera Umat agar setiap rupiah yang dititipkan benar-benar sampai kepada anak yang membutuhkan, dengan empat prinsip utama:
- ✅Tepat sasaran — setiap calon penerima melalui proses survei dan verifikasi langsung di lapangan.
- ✅Transparan — bantuan disalurkan langsung ke Tata Usaha (TU) sekolah, bukan diserahkan tunai tanpa pengawasan.
- ✅Terlapor — Orang Tua Asuh menerima laporan perkembangan anak asuhnya secara berkala.
- ✅Berkelanjutan — anak dan wali murid mendapat pendampingan serta pembinaan, bukan sekadar bantuan sesaat.
Mulai dari Rp50.000, Menjadi Bagian dari Kisah Mereka
Menjadi Orang Tua Asuh tidak membutuhkan harta yang besar. Dengan sedekah/infaq mulai Rp50.000 per bulan, insyaAllah Ayah/Bunda sudah dapat membantu satu anak untuk terus melanjutkan sekolah — dan menjadi jalan kebaikan agar mereka bisa meraih cita-cita tanpa terkendala biaya pendidikan.
Jadi Orang Tua Asuh Sekarang
Jazakumullahu khairan katsiran.
Semoga Allah menjadikan Ayah/Bunda sebagai jalan kebaikan bagi mereka.
Wabarakallahu fiikum.
Penyaluran Donasi
Lazis Khoiru Ummah
100 1111 226
Lazis Khoiru Ummah
614 2082 266
Lazis Khoiru Ummah
100 1111 226
Lazis Khoiru Ummah
614 2082 266
Konfirmasi bukti penyaluran ke nomor whatsapp kami
Konfirmasi