Bantuan Kesehatan untuk Keselamatan Ibu Veni dan Bayinya
[BERITA]
Tidak semua perjuangan seorang ibu terlihat oleh orang lain. Sebagian justru dijalani diam-diam, di sela mengajar ngaji, memasak pesanan katering, dan menahan sakit yang tak kunjung reda. Itulah yang dilalui Ibu Veni, seorang ibu tiga anak di Malang, yang pada Jum'at, 10 Juli 2026, akhirnya bisa melahirkan anak keempatnya dengan selamat setelah melewati masa-masa yang tidak mudah.
Memulai Kembali dari Nol
Ibu Veni bukan orang yang asing dengan kerja keras. Dahulu, ia sempat memiliki usaha peralatan kebersihan yang produknya bahkan menembus pasar ekspor hingga Johor, Malaysia. Namun persoalan bisnis dan manajemen membuat usaha itu perlahan tutup, dan Ibu Veni bersama keluarga harus membangun kembali kehidupan dari titik nol di Malang. Suaminya kini berprofesi sebagai guru ngaji dan guru agama dengan status honorer, sebuah profesi yang mulia namun jauh dari kata cukup secara materi.
Untuk membantu menopang keluarga, Ibu Veni ikut turun tangan. Ia menjadi guru les privat, berjualan makanan matang, dan menerima pesanan katering dari rumah ke rumah. Semua itu dijalani sambil menahan penyakit autoimun yang bersarang dalam tubuhnya — kondisi yang mengharuskannya mengonsumsi obat secara rutin, dengan harga yang tidak pernah murah.
Kabar Bahagia di Tengah Keterbatasan
Di tengah keterbatasan itu, Allah menitipkan kabar bahagia: Ibu Veni mengandung anak keempat. Namun kehamilan ini bukan kehamilan yang biasa. Riwayat dua kali operasi sesar sebelumnya, ditambah kondisi autoimun yang masih terus diobati, membuat kehamilan ini tergolong berisiko tinggi. Usia kandungan pun sudah jauh melewati Hari Perkiraan Lahir yang seharusnya jatuh pada 3 Juli 2026.
Yang membuat keadaan semakin berat, Ibu Veni memiliki tunggakan BPJS yang menjadi penghalang untuk bisa segera menjalani persalinan. Setiap hari yang berlalu tanpa kepastian berarti risiko yang terus bertambah, baik bagi Ibu Veni maupun bayi dalam kandungannya.
Perjuangan di Ruang Bersalin
Tunggakan BPJS Ibu Veni dilunasi oleh Lazis Khoiru Ummah pada Jum'at, 10 Juli 2026.
Setelah tunggakan BPJS berhasil dilunasi pada Jum'at, 10 Juli 2026, Ibu Veni langsung dilarikan ke RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Malam itu juga, ia menjalani operasi sesar. Namun perjuangan belum sepenuhnya usai. Sabtu, 11 Juli, kondisi bayi kurang baik sehingga harus dibantu alat bantu pernapasan, sementara Ibu Veni sendiri harus menjalani dua kali transfusi darah untuk memulihkan kondisinya.
Ibu Veni saat tiba di IGD sebelum menjalani proses persalinan.
Doa dan penantian itu akhirnya terjawab. Minggu, 12 Juli, sang bayi sudah bisa lepas dari alat bantu pernapasan dan dinyatakan sehat. Senin, 13 Juli 2026, Ibu Veni pun diperbolehkan pulang ke rumah untuk melanjutkan pemulihan bersama buah hatinya yang baru lahir.
مَنْ فَرَّجَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
"Barangsiapa melapangkan satu kesulitan dunia seorang mukmin, maka Allah akan melapangkan untuknya satu kesulitan pada hari kiamat."
(HR. Muslim)
Kisah Ibu Veni adalah pengingat bahwa di balik senyum seorang ibu yang terus mengajar, berjualan, dan bertahan, bisa jadi tersimpan perjuangan yang tidak semua orang tahu. Alhamdulillah, di titik yang paling genting, uluran tangan hadir tepat pada waktunya. Lazis Khoiru Ummah turut bersyukur atas keselamatan Ibu Veni dan bayinya, serta berharap keduanya dapat terus pulih dan menjalani hari-hari ke depan dengan lebih ringan.